SDN 04 TEGALSARI

………………………………………………………………………………………………….

BAGI REKAN REKAN GURU KECAMATAN AMPELGADING YANG BELUM MEMILIKI SERTIFIKASI GURU SILAHKAN COPAS FORM-NYA DI SINI..FORM VERIFIKASI GURU YANG BELUM MEMILIKI SERTIFIKASI PENDIDIK …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

KURIKULUM 2013 = HANYA 6 (ENAM) MATA PELAJARAN. SELENGKAPNYA KLIK DI SINI ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

SELAMAT DATANG di gubugpintar SDN 04 Tegalsari Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang. Benar bahwa “gubug” adalah bangunan kecil ditengah sawah yang terbuat dari bahan seadanya. Namun sangat bermanfaat bagi para petani. DIsamping untuk sekedar melepas lelah, sering juga digunakan untuk mencari inspirasi masa depan. Tidak jarang digunakan sebagai tempat ngrumpi apa yang sudah, sedang dan harus dilakukan demi perbaikan nasib sendiri. Ya, nasib sendiri sebab kami sadar tidak ada siapapun orangnya yang mampu merubah nasib sesamanya, kecuali diri sendiri dan atas ridlo Sang Maha Pencipta.

Sekolah Dasar Negeri 04 Tegalsari merupakan salah satu “gubug” diantara 7 bangunan sekolah yang berada di Desa Tegalsari Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Benar terletak di pinggiran desa dan nyaris ditengah persawahan yang mirip perkebunan bahkan mirip padang gersang jika dimusim kemarau. Jika menengok keluar dari gubug ke sebelah kanan maka terlihat deretan genting tersengat matahari, debu-debu nyaris menyelimuti rumah penduduk, jalannan bebatuan tak beraturan. Sedang diseluruh sudut lainnnya tampak semua tanaman, tumbuhan dan pepohonan nyaris kering kerontang tak sedikitpun yang menyisakan kehijauan. Orang orang berlalu lalang dengan peluh mengguyur tubuh dengan langkah lesu dan letih seakan tanpa harapan.

Sebaliknya jika dimusim penghujan. Jalanan berkubang lumpur, nyaris rata dengan genangan air dipersawahan. Semua basah dan berlumpur menutupi seluruh sudut pandang .

Dari gubug itulah kami mencoba memimpikan masa depan kami yang lebih baik, kami memimpikan gedung-gedung bercat warna warni mengkilat, mobil dan motor memenuhi jalanan desa kami, tak lagi terlihat kakek renta memikul kayu diterik matahari. Kami mimpikan, anak-anak berseragam sekolah bercanda ria, ibu bapak kami pergi ke pasar dengan berdandan rapi seperti ketika mereka pergi ke mall, kami mimpikan sepakbola bersepatu bukan bersepatu lumpur seperti sekarang, kami mimpikan sebakul nasi putih di atas meja makan bukan nasi tiwul dengan lauk seadanya seperti sekarang ini.

Dari sinilah kami menjaring mimpi untuk kami olah menjadi sajian yang menjanjikan dan kami suguhkan melalui

  • profil sekolah,
  • organisasi,
  • kegiatan,
  • album,
  • berita
  • dan menu menu impian kami lainnya.

Dari gubug inilah setidaknya kami masih bisa hidup karena kami masih punya mimpi.

Tetap semangat Pak Pur !

Namanya “jawa banget” Purwo Sasmito. Tidak suka menggunakan embel-embel duniawi. Sederhana dan mudah bergaul. itulah kesan pertamaku ketika datang ke sekolah tempat aku mengajar.

kaji4

Pak Pur itu nama akrabnya, mendapat tugas sebagai guru di SDN 04 Tegalsari sejak November 2011. Orang yang lahir 50 tahun yang lalu  dan mengajar sudah 30 tahun lebih itu tampak masih muda dan energik dan semangat. Lihat saja meski jarak tempuh dari rumahnya sampai ke SD tidak kurang dari 30 Km namun saya selalu tertinggal beliau. “Sebelum jam 7 Pak Pur  sudah sampai di sekolah” Kata Pak Wahyo Penjaga Sekolah.

Secara pribadi saya tidak mempermasalahkan mengapa ia dimutasi sampai sejauh ini. karena bagi saya mutasi itu biasa bagi PNS apalagi hanya Guru SD.

KURIKULUM SD 2013 HANYA 6 MATA PELAJARAN

Rencana Kemendiknas untuk mengintegrasikan berbagai mata pelajaran, nyaris terwujud. Ya dengan akan segera diluncurkannya Kurikulum 2013 oleh Kemendiknas.
Ada dua catatan penting pada Kurikulum 2013 ini yaitu :
1. Diintegrasiikannya Mata Pelajaran yang semula mencapai 11 Mata Pelajaran sekarang menjadi 6 Mata Pelajaran.
2. Kurikulum 2013 untuk SD/SMP ini menggunakan Pendekatan Tematik.
Demikian setidaknya inti dari Kurikulum 2013, seperti yang dirilis dalam kemendiknas .go.id.
Perubahan kurikulum adalah pekerjaan besar. Berubahnya kurikulum akan merubah empat aspek yang terkait di dalamnya, yaitu standar isi, standar proses, standar kelulusan, dan standar penilaian. Setelah berubah pun, kurikulum bukanlah hanya sebagai pajangan, tap harus diterjemahkan lagi dalam buku pengantar pelajaran yang akan disampaikan ke siswa. Tentang standar lulusan, perubahan akan tergambar dari soft skill dan hard skill yang diterjemahkan sebagai kompetensi para lulusan. Kedua kompetensi tersebut harus dinaikkan dan diseimbangkan dengan melibatkan tiga domain, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

Dari sisi isi, ada kedudukan mata pelajaran dan pendekatannya. Kalau sekarang kompetensi itu diturunkan dari mata pelajaran, ke depan akan berubah menjadi mata pelajaran yang dikembangkan dari kompetensi. “Jadi mata pelajaran itu kendaraan saja. Kalau mau nyebrang lautan ya pakai kapal. Naik gunung pakai sepeda gunung,” kata Mendikbud M. Nuh, Selasa (13/11) di ruang kerjanya.

Untuk standar proses, semula proses terpaku pada eksplorasi, terfokus. Sedang di kurikulum yang baru siswa menjadi lebih aktif dalam observasi. Dan untuk standar penilaian, akan dilakukan dengan berbasis kompetensi. Salah satu pendukung kompetensi itu adalah ekstrakulikuler Pramuka yang wajib diikuti semua siswa. Karena dalam pramuka terdapat leadership, kerja sama, keberanian, dan solidaritas.

Pendekatan kurikulum yang paling kritikal dan krusial berada pada pendidikan dasar SD dan SMP. Karena jika pendidikan di SD bagus, ke belakangnya juga akan bagus. Dan untuk SD-SMP digunakan pendekatan tematik integratif dalam semua mata pelajaran. Konsep ini merupakan metode pembelajaran yang didasarkan atas tema-tema. Dalam satu tema yang diangkat akan merambah ke mata pelajaran lain. “Misalkan pelajaran Bahasa Indonesia, guru mengambil tema sungai. Ada pendekatan observasi seperti apa sungai, apa isinya, kenapa bisa mengalir, dan sebagainya. Semua pendekatan tersebut akan mengarah kepada semua mata pelajaran. Baik bahasa indonesia, sains, agama, dan matematika,” jelas Menteri Nuh.

Ada enam mata pelajaran yang akan diajarkan di SD. Yaitu Bahasa Indonesia, PPKn, Agama, Matematika, dan muatan lokal yang dibagi dua: prakarya dan pendidikan jasmani dan olahraga kesehatan. Dalam enam mata pelajar yang terintegrasi secra tematik ini, siswa tidak perlu lagi membawa puuluhan buku ke sekolah setiap harinya. Ada integrasi pembelajaran di dalamnya. Dan dengan perubahan kurikulum ini pula, siswa tidak terkungkung di dalam kelas ataupun laboratorium. Setiap apa yang dilihatnya akan menjadi bahan belajarnya, dan menjadikan guru bukan satu-satunya sumber belajar. (AR)

Lita dan Wulan

” Hai sahabat Indonesia…numpang salam kenal yaaaaa, aku Wulan dan Lita ”

RISKI NURLITA

Namaku Riski Nurlita, tapi teman-teman biasa memanggilku Lita. Kadang juga ada yang menjengkelkan dengan memanggilku Gembrot atau Gendut, ya..sih tubuhku memang besar alias gendut alis gembrot. Tapi tidak apa apa aku senang sebab mereka masih mau bermain dengan aku.

Rumahku tidak jauh dari sekolah, meskipun jalan yang harus aku lewati jalannya berbatu dan berdebu, maklum belum diaspal. Kata pak guru nanti diaspal kalu ada program aspal masuk desa.

Saya tinggal di Dukuh Mangunsari, Desa Tegalsari barat Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang. Bersekolah di SD Negeri 04 Tegalsari.

Pada musim kemarau seperti sekarang ini, di dukuh saya sangat panas, banyak tumbuhan mati, sawah-sawah kekeringan bahkan air untuk minumpun sulit didapat. Namun sebaliknya dimusim hujan, semua yang terlihat menjadi lumpur. jalanan becek sehingga sepatuku setiap hari mesti kotor berlumpur.

Sekarang saya duduk di kelas IV bersama temanku Wulan Sari.

WULAN SARI

Hai teman-teman , namaku Wulan sari, biasa dipanggil Wulan . Saya duduk di kelas IV bersama Lita. Meskipun tidak duduk satu bangku namun kami akrab sekali. Pulang dan berangkat sekolah selalu bersama karena rumah kami berdekatan.

Aku tinggal bersama kakek dan nenek karena ayah dan ibuku bekerja di Jakarta, pulangnya paling tiga bulan sekali. Kadang aku sedih karena tidak ada ayah dan ibi dirimah setiap pulang sekolah. Tapi lama kelamaan ya terbiasa. namun aku tetap semangat belajar agar aku besok menjadi bidan de desaku.

Doakan ya kawan-kawan

MENGINTIP ‘SEKOLAH SEPAK BOLA” PINGGIRAN HUTAN

SSB atau Sekolah Sepak Bola di pinggiran hutan ? Ah… jauh panggang dari api mas brow, maksud kami bukan itu. Tapi semangat berlatih mereka TIDAK KALAH dengan atlit atlit sepekbola kelas SSB.
Ya… kami tinggal di tepi hutang belantara di sudut timur laut lereng gunung Slamet, pakunya pulau Jawa.
Anak-anak kami bukan anak-anak mereka yang mampu membeli sepatu bola, anak anak kami hanya nyeker ketika bermain bola. anak-anak kami tidak membayangkan bermain di rumput halus ala Gelora Bung Karno. Anak-anak kami biasa bermain di padang ilalang yang gersang di Dukuh Mangunsari Desa tEGALSARI bARAT kECAMATAN Ampelgading Kabupaten Pemalang.

mereka bertelanjang kaki, menggunakan alat seadanga, bola seadanya, bahkan kadang minumpun seadanya sebab ketika kemarau seperti sekarang ini, desa kami kering kerontang nyaris tidak ada air sama sekali.

Namun semangat mereka dalam berlatih uuuuhhh…. keren brow..
lihatlah mereka ketika bermain zig zag

cukup dengan tongkat pramuka seperti ini


atau ketika bermain game dengan bola

gemana mas bro.. asyyikkk kan?

TEORI ” TAHU SUMPEL :

Perkalian “11” dengan Teori “TAHU SUMPEL”

oleh: Pak Pur.

Pagi ini terasa istimewa bagi anak anak Kelas IV SD Negeri 04 Tegalsari, pasalnya mulai pagi ini Kamis, 13 September 2012 mereka mendapat kado istimewa yaitu Guru Baru meskipun stok lama. Ya. Pagi tadi sebelum masuk kelas anak-anak berbaris di halaman dan Kepala Sekolah memberitahu kalau Kelas IV yang tadinya diajar oleh Bu Dwi Destiani, sekarang akan diajar oleh Pak Pur yang konon pindahan dari SD Negeri Seberang. Gak tahu seberang apa.

Nah hari ini pun semua siswa kelas IV sudah siap menanti kehadiran bapak baru dengan segala perasaan mereka masing-masing. Namun keceriaan tetap tampak pada wajah wajah polos mereka.

” Selamat Pagi anak-anak ” salam Pak Guru baru. Serentak mereka menjawab “Selamat Pagi Pak Guruuuuu”.
” Syukur Alhamdulillah anak, anakku, pagi ini Pak Guru dipertemukan dengan kalian. Sudah kenal kan ? Anak-anakpun menjawab ” sudaaaaaaaaaaaaahhh”.
Setelah berbasa basi beberapa saat untuk saling memperkenalkan diri baik anak maupun Pak Guru Baru yang minta disapa dengan sebutan Pak Pur ini selanjutnya Pak Pur bertanya.” Anak-anak Pelajaran apa yang paling sulit bagi kalian?’ ” Matematika Pak Guruuuuu” kompak menjawabnya dan sangat sangat spontan. Pak Pur cukup tersenyum sambil berkata… Maca Cih…? Sontak saja anak-anak tertawa mendengar bahasa gaul pak gurunya itu.
Okelah kalau begitu, emmm sulitnya dimana, apanya yang sulit? Tanya Pak Pur.
” Pecahan pak sulit sekali”
” Pembagian pak yang pakai itu pak bersisa bersisa”
” Apalagi yang sulit ?”
” meter-meteran pak”
” Perkalian pak ”
” Perkalian yang bagaimana yang sulit ?” kejar Pak Pur
” Yang itu pak, yang disusun susun”..
” baiklah anak-anakku sekalian, sebenarnya tidak ada yang suli, tidak ada yang susah, tidak ada yang angel di dunia ini.semuanya muda, yaa mudah jika kita mau berusaha untuk tahu. Mau belajar dan belajar, buktinya kalian sudah tahu namanya pembagian bersisa, pecahan, satuan-satuan itu lho yg tadi kamu ngomong meteran-meteran itu namanya satuan ukuran baku. Kalian tahu tentang perkalian bersusun pun itu sudah bagus. Bandingkan saja dengan Nenekmu yang berjualan di pasar. Mereka tidak sekolah, mereka tidak kenal angka, tapi lihatlah ketika mereka menghitung barang jualannya….mereka nyaris tidak pernah keliru. Bahkan untuk menghitung perkalian mereka bisa, misal harga seikat kangkung 1.500 rp, ada yang membeli 4 ikat sedang uangnya 10.000, coba berrapa kembaliannya?… siapa yang tahu?
Hampir bersamaan mereka menjawab” empat ribu pak guru”
“Nah! kok kalian tahu… kalu begitu kalian benar-benar anak yang cerdas. Karena disitu kalian menghitung perkalian, dan pengurangan sekaligus. Ya… 1500 X 4 = 6.000 sedangkan uangnya 10.000 maka 10.000 dikurang 6.000 pengembaliannnya 4.000 rp. Dan saatnya saya bilang sempurna….” lagi lagi anak-anakpun tertawa terbahak-bahak menyaksikan tingkah gurunya ini.
Jadi… apanya yang sulit?… Perhatikan anak-anak ke sini ! Kemudian pak pur menulis angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9.
Anak-anakku… adakah angka lain selain kesepuluh angka ini ?
Nah tidak ada kan? lalu yang sulit mana? Bukankan kalian dari kelas I sampai sekarang kelas IV sudah mengenal angka angka ini ?…ya! Hanya angka inilah yang kalian otak atik sehingga kalian merasa sulit tapi sebenarnya kalau kita berfikir jernih, tidak ada yang SULIT… skali lagi semua bisa!!!
” Wah… iklan lagi” celetuk anak yg berbadan kurus dipojok sana.
Mari anak-anakku…kalian sebenarnya juga bisa, namun CARANYA yang belum tahu…makanya kalian belajar agar tahu… OK!
OK Pak Guruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu.

Sekarang perhatikan :
11 X 11 = ….?
siapa yang tahu silahkan acungkan tangan!
Terlihat semua anak sibuk menghitung dengan cara mereka masing-masing. sesaat kemudian terdengar
” Seratus sebelas pak guru ”
” Emmmm… hampir tapi bukan itu jawabnya”
” Seratus duapuluh dua pak guru”
“…hemmmm kelebihan”
” Seratus duapuluh satu Pak Guru”
” Nah itu yang benar
Jadi 11 X 11 = 121

Sekarang coba
11 X 12 = ….?
Lagi lagi anak-anak sibuk menghitung, Pak Pur cukup tersenyum memandang kepolosan anak-anak dalam menanggapi perintah gurunya.
Cukup lama baru ada yang njawab ” seratus tigapuluh dua pak guru”
Ya.. benar 11 X 12 = 132
Nah bagus tapi kalian masih kurang cepat sebab masih terlalu lama dalam berfikir. Ibarat orang balapan kalian pasti tertinggal. Coba kalau pak guru hitung…
Berapa hasil 11 X 13 =….? Pak guru hitung sampai sepuluh.
satu….dua…tiga…enamm.sembilan…sepuluh
‘haaaaaaa haaaaa haaaaa pak guru curaaaaaangg, habis tiga enam.. sembilan … aaahhhh yaa gak bisa pak..
Kata siapa tidak bisa.
Perhatikan kesini..pak guru tidak menghituing langsung pakguru tulis
11 X 13 = 143
11 X 16 = 176
11 x 25 = 275
Hayooo anak-anak… dihitung ..betul tidak pak guru nulis..
Anak-anakpun sibuk mencocokkan tulisan pak pur ini.
” Ya pak benar……” sambil tepuk tangan bergemuruhlah seisi ruang kelas..
” Kok bisa cepat sih pak?…
” nah makanya kalian harus belajar”
” Baiklah ank-anak sekalian. Pernahkan kalian makan TAHU SUMPEL?… Sontak mereka menjawab pernaaaaahhhhh.
Nah.. ada yang tahu tidak cara membuat tahu sumpel?
Salah seorang anak putri menjawab ” Gampang pak… Tahu dibelek kemudian diisi dengan sayuran terus digoreng.” Hahahahahahahahahah… anak-anak tertawa sambil bilang ” Iya saja ibunya jualan tahu goreng paaakkk…”..
PAK pUR PUN TERTAWA GELI MENYAKSIKAN CANDA ANAK-ANAK INI.
nAH… PERKALIAN 11 TADI JUGA SAMA DENGAN TAHU SUMPEL.
“HAHAHAHAHAHAHAHAH…” ANAK-ANAKPUN TERTAWA
Pak Pur cukup tersenyum
Ya…kelihatannya aneh…apa hubungannya tahu sumpel dengan perkalian?
Begini…perhatikan baik-baik
11 X 11 =…..
Sebelas yang dibelakang kita “belek” ( dibelah) menjadi angka 1…..1.
Nah kemudian hasil belekan tadi dijumlahkan berarti 1 + 1 = berapa anak-anak?
” duaaaaaaa”
Nah “dua” yg merupakan hasil penjumlahan dari bilangan yang dibelek tadi DISUMPELKAN ketengah tengah angka semula..maka akan menjadi 1….1 = 2 menjadi 1..2..1
Jadi 11 X 11 = 1…2….1
Paham?
Semua anak masinh bengong.
Oke kita ulangi.
11 X 12 = ….
maka angka 12 kita belek menjadi 1…..2
menjadi 11 X 12 = 1……2
Nah Hasil sigaran 1 dan 2 dijumlah menjadi…3
setelah itu SUMPELKAN diantara angka 1 dan 2
maka menjadi
`11 X 12 = 1..3..2
Horeeeeeeee…………………………………………………….
skali lagi gemuruh tepuk tangan anak anak sekelas ini.

Maka 11 X 25 menjadi 11 X 25 = 2…..5 nah angka ditengahnya berapa ?
Anak-anakpun menjawab spontan ‘ TUJUUUUUUUUUUUUUUHHHHHH PAK GURUuuuuuu”

BAGIMANA ANAK ANAK?
Gampang pak guruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
Nah itu yang disebut teori TAHU SUMPEL karya Pak Pur..dan Saatnya saya bilang semmmmpppuurrrnnnnnaaaaa

horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee.

MANUSIA TANPA LOGIKA = BINATANG

MANUSIA TANPA LOGIKA = BINATANG.

BILIK GURU

Mengintip aktivitas orang lain di balik suatu kegiatan adalah sangat mengasyikan, dan lebih seru lagi ditambah dengan bumbu penyedap lidah ngrumpi, pastilah semakin mak nyuuuuus rasanya.

Di sini kami coba menyajikan aktivitas juru masak dapurnya sdn 04 tegalsari UPPK Ampelgading –  DINDIKPORA PEMALANG dalam format yang sahaja, dan apa adanya. Kata Thukul, yang baik dapat ditiru dan yang tidak baik anggaplah angin lalu.

1. Bilik Guru Kelas I

2. Bilik Guru Kelas 2

3. Bilik Guru Kelas 3

4. Bilik Guru Kelas 4

5. Bilik Guru Kelas 5

6. Bilik Guru Kelas 6

7. Bilik Guru Mapel PAI

8. Bilik Guru Mapel Penjasorkes

9. Bilik Guru Mulok Bahasa Inggris.

 

10. Bilik Kepala Sekolah

11. Bilik Penjaga Sekolah.